Feeds:
Pos
Komentar

Archive for Januari, 2009

Sabtu, 31 Januari 2009 | 14:49 WIB | KOMPAS/N. Savitri

KEPULAUAN Derawan tak pernah berhenti dibicarakan. Kawasan itu tanpa menebar pesona pun telah mampu memikat hati wisatawan. Seperti yang dilukiskan N Savitri, wanita karier yang tinggal di Jakarta. Walau ia berada di Ibu Kota, wanita beranak satu itu kerap berkunjung ke Derawan. Berikut laporan Savitri, penulis Citizen Journalism Tribun Kaltim.

BEBERAPA hari lalu saya menyaksikan sebuah stasiun televisi swasta yang menayangkan kegiatan memancing di laut lepas. Lokasinya kalau tidak salah di sekitar Berau, Kalimantan Timur. Salah satu potensi wisata yang ditonjolkan adalah Kepulauan Derawan.

Di kepulauan itu terdapat sejumlah obyek wisata bahari yang cukup menawan dan memikat para wisatawan dunia. Salah satunya adalah taman bawah laut. Para penyelam level dunia sudah sering datang ke tempat ini.

Sedikitnya ada empat pulau yang cukup terkenal di Kepulauan Derawan. Pulau-pulau itu bernama Pulau Maratua, Pulau Derawan, Pulau Sangalaki, dan Pulau Kakaban. Selama ini pulau-pulau itu dihuni satwa langka penyu hijau dan penyu sisik.

Menonton tayangan Derawan membuat sarapan pagi saya sedikit terhenti. Ketika itu saya sedang menikmati nasi dengan ikan tuna, ditambah lalapan kemangi dan sayur asem. Lamunan akan keindahan Pulau Derawan mengingkatkan perjalanan saya ke pulau itu. Saya pernah beberapa kali ke tempat itu. Suasananya benar-benar indah dan menawan.

Duluuuu.. ketika saya masa kecil, saya kerap bermain di daerah pesisir. Selama hampir sebelas tahun saya tinggal di Tuban, kota kecil di pesisir utara Pulau Jawa. Di kota tersebut saya sempat mengenyam pendidikan dari SD sampai SMA karena mengikuti ayah yang kebetulan dinas di kota itu.

Tinggal di daerah pesisir membuat saya sering mengunjungi pantai-pantai di sekitar Tuban. Ketika itu lautnya belum tercemar dan terlihat bersih. Herannya, kenapa saya kok kurang menyukai suasana pantai. Rasanya, mandi atau bermain di laut kurang nyaman lantaran airnya asin dan terasa lengket semua di badan.

Balik lagi ke Derawan. Biasanya saya berangkat ke Derawan berombongan bersama keluarga. Kami menumpang speedboat. Keakraban di antara sesama teman dan keluarga terasa sekali.

Walau saya kurang menyukai laut, tapi saya benar-benar jatuh hati dengan keindahan dan keelokan Derawan yang benar-benar menawan. Sepanjang mata memandang tanpa menceburkan diri ke laut pun, rasanya keindahan di kepulauan itu serasa merasuk ke dalam jiwa saya lalu melahirkan ketenangan pikiran dan hati.

Sebelumnya saya pernah mendengar, Kabupaten Berau telah merencanakan kawasan konservasi pulau-pulau kecil di Kepulauan Derawan. Potensi kawasan konservasi ini terlihat dari keanekaragaman hayatinya, antara lain satwa endemik.

Selain memiliki beberapa ekosistem tropis yang terdiri dari ekosistem terumbu karang, ekosistem lamun, dan ekosistem mangrove, Kepulauan Derawan juga punya spesies yang dilindungi dan khas. Spesies itu di antaranya ketam kelapa (Birgus latro), paus, lumba-lumba (Delphinus), penyu hijau (Chelonia mydas), penyu sisik (Erethmochelys fimbriata), dan dugong (Dugong dugon).

Ketam kelapa dapat ditemukan di Pulau Kakaban dan Maratua, sedangkan ikan Paus bisa dilihat di sekitar Pulau Maratua. Biasanya ikan raksasa ini muncul pada musim-musim tertentu, sedangkan lumba-lumba berada di sekitar Pulau Semama, Sangalaki, Kakaban, Maratua, dan Gosong Muaras.

Penyu juga bisa kita temukan di sekitar Pulau Panjang, Derawan, Semama, Sangalaki, dan Maratua. Adapun Dugong di Pulau Panjang dan Semama. Spesies unik lain adalah Pari Manta (Manta birostris) yang terdapat di Pulau Sangalaki dan Pigmy Seahorse di Pulau Semama dan Derawan.

DUDUK di teras cottage sambil membaca buku ditemani sebutir kelapa muda, ehmm… terasa nikmat, apalagi hembusan angin pantai terasa agak kencang. Pandangan mata saya seakan lepas jauh sampai ke kaki-kaki langit. SubhanAllah… indahnya ciptaan Allah. Semuanya terasa sempurna. Paduan warna laut dan langit, apalagi ketika sunset… wow seakan-akan tidak ada kata yang keluar walau hanya sekadar melukiskan keindahan pemandangan laut Derawan.

Kadang pada saat berjalan di dermaga, kita bisa melihat beberapa ekor penyu besar sedang berenang di tepi dermaga. Ukuran penyu itu mungkin diameternya sekitar satu meter. Cukup besar jika kita bisa duduk di atasnya.

Atau bisa juga kita melihat ikan-ikan dan kadang ubur-ubur. Air lautnya amat jernih sehingga kita bisa melihat semua keindahan bawah laut dengan jelas. Serasa melihat aquarium alam. Apa yang saya gambarkan itu hanya sedikit kecantikan Pantai Derawan saat kita melihatnya dari dermaga.

Menurut teman-teman yang senang diving atau snorkling… alam di bawah laut Derawan lebih menakjubkan. Berbagai jenis ikan dengan warna, corak, dan ukuran bermacam-macam ada di taman-taman laut. Belum lagi kalau kita mengunjungi perkampungan nelayannya. Sebelumnya saya membayangkan, perkampungan itu kumuh seperti perkampungan nelayan lainnya. Tapi, semua dugaan saya itu meleset. Perkampungan nelayan di Derawan benar-benar rapi dan bersih. Tidak ada bau amis yang menyengat.

Satu lagi yang tidak pernah terlewatkan kalau jalan-jalan ke Derawan adalah barbeque party. Wauw…ikan, cumi, udang… fresh langsung dari laut. Tanpa banyak bumbu, hanya garam dan kecap, kemudian dibakar di atas bara arang dan sabut kelapa. Rasanya benar-benar mantap dan lidah semakin rajin menikmati makanan. Nasi hangat plus sambal dadak dan lalap menambah gairah untuk menyantapnya. Alhamdulillah… terima kasih atas semua karunia-Mu…

Itulah sekelumit kenangan saya tentang Derawan, sebuah pulau dengan pantai dan lautnya yang indah dan bisa merubah pandangan saya yang semula kurang suka laut, berubah menjadi cinta laut. Sekarang saya dengan bangga menceritakan keindahan Derawan ke semua orang. Teman-teman yang suka diving selalu saya sarankan agar pergi ke Derawan. Gimana…. Ada yang tertarik dengan Derawan?

Iklan

Read Full Post »

Selasa, 27 Januari 2009 | 09:19 WIB | KOMPAS/JOHNNY TG

JAKARTA, SELASA — Pesatnya pertumbuhan aktivitas perdagangan makanan ringan di Blok M membuat Pemerintah Kota Jakarta Selatan berniat menjadikan kawasan itu sebagai pusat kuliner. Kawasan Blok M juga akan dilengkapi dengan pusat kuliner masakan Betawi, nasional, dan internasional.

Wali Kota Jakarta Selatan Syahrul Effendi, Senin (26/1) di Jakarta, mengatakan, pihaknya akan menata kembali pasar kue subuh yang saat ini mendominasi aktivitas pada pagi hari. Kawasan yang selama ini kotor, macet, dan semrawut akan dirapikan sehingga warga tertarik untuk datang.

Penataan pasar kue subuh di Jalan Melawai IX adalah langkah awal untuk mempercantik kawasan Blok M yang sudah lama ditinggalkan. Kawasan yang akan ditata sekitar 13,8 hektar dari total luas kawasan Blok M yang mencapai 37,74 hektar.

Koordinator Pedagang Kue Subuh Blok M Square Musyarif mengatakan, ada sekitar 180 pedagang yang berjualan di kawasan itu. Meskipun hanya berdagang dari pukul 05.00 sampai 08.00, omzet mereka mencapai Rp 500 juta per hari.

Selain pengembangan pasar kue subuh, Pemkot Jakarta Selatan akan mengoptimalkan Jalan Melawai I sebagai pintu masuk utama, pusat aktivitas interaksi pengunjung, sarana olahraga, serta sarana pentas seni dan budaya. Pusat kuliner Betawi dan nasional akan dikembangkan di Jalan Melawai III, yang dipadu dengan tempat pejalan kaki.

Jalan Melawai V dan VII akan dikhususkan sebagai kawasan kuliner Asia dan internasional. Pusat perdagangan aksesori juga difokuskan di Jalan Melawai V.

Bantuan modal

Untuk membantu para pedagang kue subuh dan pengusaha kecil, Ketua Kamar Dagang dan Industri DKI Jakarta Eddy Kuntadi menyatakan siap membantu di bidang permodalan dan pembinaan. Di bidang permodalan, Kadin akan menjembatani para pengusaha kecil dengan kalangan perbankan agar mudah mendapatkan kucuran kredit.

”Kadin sebagai payung dunia usaha telah menargetkan pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah di Jakarta. Selain permodalan, Kadin juga akan membantu pengembangan usaha kecil,” kata Eddy saat mengunjungi para pedagang kue subuh.

Kadin, kata Eddy, juga mendesak para pengelola pusat perdagangan untuk mematuhi UU Nomor 20 Tahun 2008 untuk menyediakan 20 persen lahan bagi aktivitas UMKM. Penyediaan lahan itu tak merugikan mereka karena pengusaha UMKM juga akan membayarnya.

Dinas Perdagangan, Koperasi, dan UMKM juga sedang menjembatani kalangan perbankan dan koperasi serta UMKM untuk membantu permodalan. Pemerintah dan Kadin terus mendorong perkembangan pengusaha UMKM agar perekonomian Jakarta dapat bertahan pada masa krisis.

Read Full Post »

Salzburg

—Mozart, keindahan alam pegunungan, dan The Sound of Music selalu melekat pada Salzburg. Kota cantik ini bisa dijelajahi dengan berjalan kaki. ——

Deretan awan kelabu nyaris menutupi mentari pagi. Selarik sinar surya mengilaukan ujung rerumputan halaman rumah mungil di Leopoldskron Strasse 18, Salzburg, Austria. Tetes embun hampir beku didera suhu nol derajat semalam.

Cuaca pada 19 November lalu memang berbalik 180 derajat dari sehari sebelumnya yang bermandikan matahari. Namun mendung tak sanggup menyurutkan semangat menjelajahi kota berpenduduk 150.000 jiwa yang berada di utara Pegunungan Alpen itu.

Maklum, agenda hari terakhir ini sudah menjadi impian terpendam selama satu dekade: menelusuri jejak pembuatan film The Sound of Music. Keindahan alam pegunungan, bangunan kuno, danau, hingga jalan-jalan pedesaan dalam film musikal peraih lima Piala Oscar pada 1965 itu sempat menyihir puluhan juta penggemarnya di seluruh dunia, termasuk saya.

Sebagai penyuka kisah pasangan Baron Georg Ritter von Trapp dan Maria von Trapp, sejak awal saya mencantumkan Salzburg dalam daftar rencana perjalanan backpacker ke Eropa. Sebentar lagi saya akan menjadi bagian angka statistik 300.000-an per tahun peserta tur film legendaris yang dibintangi Julie Andrews dan Christopher Plummer itu.

Usai mengepak tas punggung, saya bergegas membuka pintu keluar rumah Alberto Polimeni, teman yang memberi tumpangan gratis selama tiga hari. “Semoga hari ini berjalan indah, sehingga tur impianmu berkesan dalam,” ucap Alberto, sebelum kami mengucapkan salam perpisahan. Sebab, usai menjalani tur ini, perjalanan saya berlanjut ke destinasi berikutnya, Copenhagen, Denmark.

Tepat pukul 09.00, mobil penjemput dari Salzburg Sighseeing Tours tiba. Biro perjalanan ini membuka tur The Sound of Music sejak 43 tahun lalu berbekal pengalaman sebagai penyedia transportasi dalam pembuatan film itu.

Menurut buku panduan wisata, tur ini dilakukan dua kali sehari, pukul 09.30 dan pukul 14.00. Harga tiket dewasa 37 Euro untuk perjalanan selama empat jam mengelilingi beberapa lokasi di Salzburg dan Salzkammergut. Saya memilih membeli tiket tur karena lebih hemat dan praktis daripada jalan sendirian. Apalagi saya sudah berjalan kaki menelusuri aneka sudut kota selama dua hari pertama.

Schloss Mirabell

Schloss Mirabell

Sepuluh menit kemudian, mobil tiba di Mirabellplatz 2, tempat berkumpul peserta tur. Tapi tak tampak ada keramaian. Hanya terlihat satu bus besar dan beberapa mobil seukuran L-300. Ternyata sebagian peserta pergi ke taman bunga Schloss Mirabell di belakang Mirabellplatz 2. Taman yang dirancang pada 1730 ini berisi aneka rupa bunga, seperti mawar, tulip, dan krokus (bunga berwarna kuning, putih, ungu, dengan daun seperti rumput).

Karena musim dingin, tak semua bunga bermekaran. Hanya mawar dan krokus yang mengembang. Tak satu pun kuncup tulip mekar. Toh, taman ini tetap sedap dipandang karena ditata dengan indah. Ada patung Pegasus (kuda bersayap dalam mitologi Yunani) di tengah air mancur.

Pada saat melihat Pegasus, seketika terbayang adegan lincah Maria bersama tujuh anak-anak Baron von Trapp menyanyikan lagu Do-Re-Mi. Sambil menari-nari mengelilingi Pegasus dan ke segala penjuru taman, Maria mengajarkan pada Liesl dan enam adiknya tangga nada dengan lirik refrain yang menggelitik.

“Doe, a deer, a female deer. Ray, a drop of golden sun. Me, a name I call myself. Far, a long long way to run. Sew, a needle pulling thread. La, a note to follow sew. Tea, I drink with jam and bread. That will bring us back to do.” Selain karena keindahannya (terutama ketika musim panas), adegan tadi membuat taman yang terletak di belakang Mirabell Palace itu wajib dikunjungi pencinta The Sound of Music.

Festung Hohensalzburg

Festung Hohensalzburg

Yang tak boleh di lewatkan, pada saat berdiri di sisi atas sebelah barat Schloss Mirabell, berbalik arahlah. Akan terpampang benteng kota bersejarah Festung Hohensalzburg, memanjang di atas bukit nun di sebelah timur. Bangunan benteng terbesar di Eropa Tengah yang dibangun pada 1077 itu masih utuh. Malah di dalamnya dibangun museum, Golden Hall untuk konser musik klasik, restoran mewah, hingga Stasiun Kereta Festungbahn.

Festung Hohensalzburg termasuk lokasi yang wajib dikunjungi di Salzburg. Harga tiket masuknya hanya 7 euro. Tersedia pilihan naik ke benteng dengan kereta atau berjalan mendaki 15 menit. Karena ukurannya yang superluas dan terletak di atas bukit, siapkan tenaga ekstra. Sehari sebelumnya, saya menghabiskan waktu setengah hari untuk mengelilinginya.

Di dalam benteng ada titik paling tinggi yang boleh dinaiki pengunjung. Dari atap tertinggi ini, kita bisa melihat kecantikan Salzburg dengan sudut 360 derajat. Dua bukit hijau tersembul di antara deretan bangunan kuno abad ke-15 berarsitektur barok (kubah) dan alur-mengular Sungai Salzach yang membelah kota. Di sisi selatan terlihat deretan Pegunungan Alpen. Puncak terdekat, yaitu Untersberg (1.972 meter), terlihat menawan dengan pucuk selimut salju.

Kota Salzburg yang cantik dilihat dari Festung Hohensalzburg

Kota Salzburg yang cantik dilihat dari Festung Hohensalzburg

Puas menikmati keindahan Schloss Mirabell, saya kembali ke kantor Salzburg Sighseeing Tours. Empat peserta tur menyusuri lokasi-lokasi syuting The Sound of Music lainnya sudah berkumpul. Karena hanya berlima, kami naik mobil. Sedangkan puluhan peserta tur keliling kota Salzburg naik bus.

Kebetulan semua peserta tur The Sound of Music kali ini perempuan dari negara-negara Asia. Termasuk pengemudi mobil sekaligus pemandu tur, yaitu Sonja (hanya saja, Sonja asli Austria).

Tujuan pertama kami adalah Villa Trapp, yang terletak di kawasan Aigen. Rumah bergaya barok bercat kuning dengan halaman amat luas ini adalah kediaman asli keluarga Baron von Trapp (The Sound of Music adalah film adaptasi dari memoar Maria von Trapp berjudul The Story of the Trapp Family Singers).

Rumah Asli dari Keluarga von Trapp

Rumah Asli dari Keluarga von Trapp

Gazebo Berdinding Kaca

Gazebo berdinding kaca tempat Liesl bertemu Rolf Gruber dan menanyikan lagu Sixteen Going to Seventeen

Selanjutnya, rombongan mengarah ke selatan, menuju Hellbrunn Palace. Di halaman istana ini, diletakkan gazebo berdinding kaca, tempat Liesl bertemu dengan Rolf Gruber dan menanyikan lagu Sixteen Going to Seventeen. Sayang, pintu gazebo terkunci rapat. “Karena sudah ada beberapa kasus pengunjung yang terpeleset ketika meniru adegan melompat-lompat tempat duduk di gazebo,” kata Sonja.

Rute ketiga, melihat dua lokasi yang digabung menjadi rumah Von Trapp dalam film. Tampilan depan rumah Von Trapp berbeda dari tampilan belakang. Di sisi muka, kru film memakai Fronburg Palace yang terletak tak jauh dari Hellbrunn. Sedangkan untuk fasad belakang, mereka menggunakan Leopoldskron Palace, rumah megah di pinggir danau. Nah, syuting adegan di dalam rumah dilakukan di Studio 20th Century Fox di Los Angeles. Ooo… ternyata begitu, ya.

Setelah melewati kawasan Biara Nonnberg Abbey, tempat tinggal Maria sebelum bekerja di rumah Von Trapp, kami memulai perjalanan panjang menyusuri kawasan pedesaan Distrik Salzburg. Walau disertai gerimis, pemandangan perbukitan hijau, ladang rumput, dan rumah-rumah pedesaan dengan warna mencolok tetap mengundang decak kagum.

Jalan naik-turun dan berbelak-belok pun tak terasa, karena Sonja jago menyetir. Masih ditambah sajian lagu-lagu dalam The Sound of Music yang sebagian besar sudah kami hafal. Alhasil, sepanjang perjalanan sekitar satu jam ini riuh dengan kor menyanyikan The Sound of Music, Do-Re-Mi, Edelweiss, hingga So Long Farewell.

Pada saat melewati Danau Fuschl menuju ke arah Desa St. Gilgen, Sonja memperlambat laju kendaraan. Kawasan pegunungan dengan danau indah ini tampil sebagai pembuka film, dengan pengambilan gambar dari udara. Sebenarnya saya ingin berhenti sejenak di salah satu pebukitan di Distrik Salzkammergut ini, untuk menikmati pemandangan, sekaligus bergaya ala Maria von Trapp lengkap dengan baju tradisional ala pedesaan Austria.

Namun keinginan itu tak dikabulkan Sonja. Selain karena gerimis, udara di luar juga menggigit tulang. “Kalau musim panas, boleh. Kalau sekarang, kamu bisa membeku di luar sana,” tutur Sonja. Meski bisa memahami alasan itu, tetap saja ada sedikit sesal di hati.

Sonja menambahkan, bergaya ala Maria von Trapp memang banyak dilakukan peserta tur pada musim panas, puncak wisatawan datang ke Salzburg. Setiap tahun, Salzburg dikunjungi 6,5 juta turis. Mereka datang dengan aneka alasan. Mulai dengan napak tilas kehidupan musikus ternama Wolfgang Amadeus Mozart yang asli Salzburg, menikmati pertunjukan musik tahunan Salzburg Festival, berjalan menyusuri kota tua (Altstadt), hingga ikut tur The Sound of Music.

"I do", kata Maria von Trapp

"I do", kata Maria von Trapp

Perhentian terakhir kami adalah Mondsee Cathedral, yang ada di sisi utara Distrik Salzkammergut. Setting pernikahan Maria dengan Baron dilakukan di gereja mungil ini. Interiornya masih sama seperti dalam film. Suasana syahdu juga melingkupi seluruh bangunan. Hanya, kali ini yang ada di depan adalah misa pemakaman warga setempat, bukan pemberkatan pernikahan.

Sebelum kembali ke Salzburg, kami berjalan kaki menyusuri kota kecil Mondsee sembari mencari tempat rehat minum kopi. Setelah mengisi perut dengan aneka kue tradisional Austria, kami pulang melalui rute berbeda dengan pemandangan sama indah. Meski puas, tekad untuk kembali datang di musim panas tertanam di dada.

Astari Yanuarti (Salzburg)
Catatan : Artikel ini pernah dimuat di Gatra No 11/XV, 22-28 Januari 2009

Read Full Post »

Menurut Skytrax, lembaga paling terpercaya yang menjadi rujukan untuk urusan pemeringkatan maskapai penerbangan & bandara udara di seluruh dunia, berikut ini adalah maskapai penerbangan terbaik untuk tahun 2008 :

Maskapai Penerbangan Terbaik untuk Setiap Kategori :

1. Maskapai Penerbangan Terbaik Keseluruhan : SINGAPORE AIRLINES

2. Maskapai Penerbangan Murah (Low Cost Carrier) Terbaik Keseluruhan : EASY JET

3. Staff Kabin (Cabin Staff) Terbaik : ASIANA AIRLINES

4. Hiburan Dalam Pesawat (Inflight Entertainment) Terbaik : EMIRATES

5. Kelas Utama (First Class) Terbaik : CATHAY PACIFIC

6. Kelas Bisnis (Business Class) Terbaik : SINGAPORE AIRLINES

7. Kelas Ekonomi Premium (Premium Economy) Terbaik : EVA AIR

8. Kelas Ekonomi (Economy Class) Terbaik : ASIANA AIRLINES

9. Lounge Kelas Utama (First Class Lounge) Terbaik : QANTAS AIRWAYS

10. Lounge Kelas Bisnis (Business Class Lounge) Terbaik : VIRGIN ATLANTIC

Peringkat 10 Besar Maskapai Penerbangan Terbaik Keseluruhan :

1. SINGAPORE AIRLINES

2. CATHAY PACIFIC

3. QANTAS AIRWAYS

4. THAI AIRWAYS

5. ASIANA AIRLINES

6. MALAYSIA AIRLINES

7. QATAR AIRWAYS

8. AIR NEW ZEALAND

9. EMIRATES

10. ETIHAD AIRWAYS

Peringkat 5 Besar Maskapai Penerbangan Murah (Low Cost Carrier) Terbaik :

1. EASYJET

2. VIRGIN BLUE

3. JETSTAR AIRWAYS

4. AIR BERLIN

5. SOUTHWEST AIRLINES

Peringkat 3 Besar Maskapai Penerbangan Murah (Low Cost Carrier) Terbaik di Asia :

1. JETSTAR AIRWAYS

2. AIR ASIA

3. TIGER AIRWAYS

Kapan yah kita melihat GARUDA INDONESIA atau maskapai penerbangan asal Indonesia lainnya bisa masuk ke dalam Daftar Terbaik Dunia?Kita doakan saja.

Happy Flashpacking!

Read Full Post »

Sebagaimana kita ketahui bahwa aturan mengenai Fiskal Luar Negeri sejak 1 Januari 2009 telah mengalami perubahan dimana tidak semua orang yang ke luar negeri harus bayar Fiskal Luar Negeri. Berikut ini akan dibahas mengenai tata cara agar mendapatkan pembebasan Fiskal Luar Negeri sebagaimana yang diatur dalam Peraturan Direktur Jenderal Pajak Nomor 1/PJ/2009 Tentang Perubahan Peraturan Direktur Jenderal Pajak Nomor 53/PJ/2008 Tentang Tata Cara Pembayaran, Pengecualian Pembayaran Dan Pengelolaan Administrasi Pajak Penghasilan Bagi Wajib Pajak Orang Pribadi Dalam Negeri Yang Akan Bertolak Ke Luar Negeri.

Bagi Wajib Pajak orang pribadi dalam negeri yang memiliki NPWP

· Wajib Pajak atau penumpang tujuan luar negeri menyerahkan fotokopi Kartu NPWP/ SKT/ SKTS, fotokopi paspor, dan boarding pass ke petugas UPFLN. Dalam hal Kartu NPWP atas nama/dimiliki oleh Kepala Keluarga, maka anggota keluarga yang ke Luar Negeri dari:

A. Wajib Pajak yang memberikan tanggungan sepenuhnya yang berstatus sebagai Warga Negara Indonesia (WNI) atau berstatus sebagai Warga Negara Asing (WNA) dan memiliki Kartu Keluarga harus melampirkan:

1. Fotokopi Kartu Keluarga; dan/atau

2. Surat Pernyataan Menanggung Sepenuhnya Orang Tua yang tidak terdaftar dalam Kartu Keluarga oleh orang pribadi yang memiliki NPWP (contoh surat pernyataan pada Lampiran IV.6).

B. Wajib Pajak yang memberikan tanggungan sepenuhnya berstatus sebagai Warga Negara Asing (WNA) yang:

1. Tidak memiliki Kartu Keluarga harus melampirkan fotokopi Surat Keterangan Susunan Keluarga Pendatang (SKSKP) atau dokumen lain yang dipersamakan dengan SKSKP yang menunjukkan hubungan status keluarga yang dikeluarkan oleh instansi berwenang.

2. Namanya tidak tercantum dalam susunan Kartu Keluarga atau memiliki Kartu Keluarga yang terpisah dengan anggota keluarganya yang disebabkan perbedaan kewarganegaraan harus melampirkan fotokopi dokumen lain yang menunjukkan hubungan status keluarga yang dikeluarkan oleh instansi berwenang.

· Petugas UPFLN menerima dan meneliti fotokopi Kartu NPWP/SKT/SKTS, fotokopi paspor, dan boarding pass serta fotokopi Kartu Keluarga atau surat pernyataan atau fotokopi SKSKP atau dokumen lain, kemudian menginput NPWP pada aplikasi yang tersedia.

· NPWP dinyatakan valid apabila:

A. NPWP telah terdaftar sekurang-kurangnya 3 (tiga) hari sebelum hari keberangkatan.

B. Dalam hal NPWP telah terekam dalam database Wajib Pajak pada Direktorat Jenderal Pajak, Nama Wajib Pajak pada paspor sesuai dengan nama pada database Wajib Pajak pada Direktorat Jenderal Pajak, dengan mengabaikan perbedaan tulisan/ejaan dengan ketentuan apabila nama Wajib Pajak lebih dari 2 (dua) kata, minimum 2 (dua) kata harus sesuai antara paspor dan database Wajib Pajak pada Direktorat Jenderal Pajak.

C. Dalam hal NPWP belum terekam dalam database Wajib Pajak pada Direktorat Jenderal Pajak.

1. Aplikasi check digit NPWP menunjukkan bahwa NPWP tersebut adalah benar.

2. Nama Wajib Pajak pada paspor sesuai dengan nama pada fotokopi Kartu

3. NPWP/SKT/SKTS, dengan mengabaikan perbedaan tulisan/ejaan dengan ketentuan apabila nama Wajib Pajak lebih dari 2 (dua) kata, minimum 2 (dua) kata harus sesuai antara paspor dan database Wajib Pajak pada Direktorat Jenderal Pajak.

4. Menginput nama Wajib Pajak sesuai yang tertera pada fotokopi NPWP/SKT/SKTS pada aplikasi.

· Apabila NPWP dinyatakan valid, maka petugas UPFLN menempelkan stiker Bebas Fiskal (contoh pada Lampiran IV.5) pada bagian belakang boarding pass yang ditujukan untuk penumpang.

· Penumpang menyerahkan boarding pass yang telah ditempel stiker Bebas Fiskal kepada petugas konter pengecekan FLN untuk diteliti.

· Penumpang tujuan luar negeri tetap wajib membayar FLN apabila:

A. NPWP terdaftar kurang dari 3 (tiga) hari sebelum hari keberangkatan;

B. Tidak dapat menyerahkan fotokopi Kartu NPWP/SKT/SKTS; atau

C. Menyerahkan fotokopi kartu NPWP/SKT/SKTS namun check digit menyatakan tidak valid; atau

D. Menyerahkan fotokopi kartu NPWP/SKT/SKTS yang dimiliki oleh Kepala Keluarga tetapi tidak melampirkan fotokopi Kartu Keluarga/SKSKP/dokumen lain yang menunjukkan hubungan status keluarga yang dikeluarkan oleh instansi yang berwenang, atau melampirkan fotokopi kartu keluarga/SKSKP/dokumen lain yang menunjukkan hubungan status keluarga yang dikeluarkan oleh instansi yang berwenang tetapi nama penumpang tidak tercantum dalam susunan Kartu Keluarga/SKSKP/dokumen lain tersebut atau tidak melampirkan surat pernyataan bagi orang tua yang tidak terdaftar dalam Kartu Keluarga.

Bagi Wajib Pajak lainnya yang dikecualikan.


Dibebaskan secara langsung

Pengecualian dari kewajiban pembayaran FLN oleh orang pribadi dalam negeri yang akan bertolak ke luar negeri yang diberikan secara langsung hanya terbatas pada angka 1 s.d. angka 7 huruf a Pasal 7 Peraturan Direktur Jenderal Pajak ini, termasuk Wajib Pajak orang pribadi dalam negeri yang berusia kurang dari 21 (dua puluh satu) tahun dengan cara sebagai berikut:

1. Penumpang tujuan luar negeri menyerahkan paspor dan boarding pass ke petugas konter pengecekan FLN.

2. Petugas konter pengecekan FLN menerima dan meneliti paspor dan boarding pass, apabila pemohon memenuhi persyaratan yang ditentukan dalam angka 1 s.d. angka 7 huruf a Pasal 7 Peraturan Direktur Jenderal Pajak ini atau Wajib Pajak orang pribadi dalam negeri berusia kurang dari 21 (dua puluh satu) tahun, maka petugas konter pengecekan FLN membebaskan secara langsung orang pribadi yang akan bertolak ke luar negeri tersebut.

3. Pemohon yang tidak memenuhi syarat untuk dibebaskan dari kewajiban membayar FLN, wajib membayar FLN.

Dibebaskan melalui penerbitan SKBFLN

Pengecualian dari kewajiban pembayaran FLN orang pribadi dalam negeri yang akan bertolak ke luar negeri yang diberikan melalui penerbitan SKBFLN hanya terbatas pada angka 7 huruf b s.d. angka 13 Pasal 7 Peraturan Direktur Jenderal Pajak ini dengan cara sebagai berikut:

1. Pemohon mengisi Formulir Permohonan SKBFLN yang telah disediakan dan data pendukungnya untuk diserahkan ke UPFLN Direktorat Jenderal Pajak di bandar udara atau pelabuhan laut keberangkatan ke luar negeri atau KPP yang melaksanakan pengelolaan FLN (contoh Formulir Permohonan SKBFLN pada Lampiran IV.3).

2. Petugas UPFLN menerima dan meneliti surat permohonan pada angka 1 serta mencocokkan formulir tersebut dengan data pendukung. Apabila pemohon memenuhi persyaratan yang ditentukan, maka Petugas menerbitkan SKBFLN serta menyerahkan lembar 1 dan 2 kepada pemohon dan lembar 3 sebagai arsip (contoh SKBFLN pada Lampiran IV.4).

3. Petugas konter pengecekan FLN memberikan stempel tanggal saat digunakan pada SKBFLN saat penumpang akan menuju gerbang imigrasi.

4. Pemohon yang tidak memenuhi syarat untuk dibebaskan dari kewajiban membayar FLN, wajib membayar FLN.

5. Petugas UPFLN membuat laporan penerbitan SKBFLN berdasarkan lembar 3 beserta surat permohonan dan data pendukung sebagai arsip.

Read Full Post »

Teman-teman Flashpackers,

Anda mungkin sudah tahu, tapi tidak ada salahnya saya tunjukkan kekaguman saya dengan memperkenalkan lagi salah seorang petualang terbesar asal Indonesia : Agustinus Wibowo.

Agustinus Wibowo adalah seorang pemuda asal Lumajang, Jawa Timur yang pernah kuliah di Beijing, China dan memilih untuk melakukan perjalanan keliling dunia setelah tamat kuliah. Ia telah hampir tiga tahun melakukan perjalanan tanpa jeda melalu jalur darat melintasi Asia Selatan dan Tengah. Ia sedang melakukan “misi pribadinya” keliling Asia, bagian dari cita-citanya keliling dunia. Perjalanannya dimulai dari Stasiun Kereta Api Beijing, China pada tanggal 31 Juli 2005. Dari negeri tirai bambu itu ia naik ke atap dunia Tibet, menyeberang ke Nepal, turun ke India, kemudian menembus ke barat, masuk ke Pakistan, Afghanistan, Iran, berputar lagi ke Asia Tengah, diawali Tajikistan, kemudian Kyrgyzstan, Kazakhstan, hingga Uzbekistan dan Turkmenistan. Ribuan kilometer yang dilaluinya ia tempuh dengan berbaga macam alat transportasi seperti kereta api, bus, truk, hingga kuda, keledai dan tak ketinggalan jalan kaki.

Saat ini Agus masih menetap sementara di Afghanistan, mengumpulkan uang untuk melakukan perjalanan berikutnya. Profil lengkap dan cerita perjalanannya dapat Anda akses di http://www.kompas.com/travel/petualang atau ke blog pribadinya di http://www.avgustin.net.

Walaupun saya bukan penganut backpacking sejati, tetapi keberhasilan Agus melewati medan-medan perjalanan terberat di Asia Tengah selama 3 tahun terakhir dengan cara backpacking dan hanya berbekal USD 2,000.-, serta terpaksa harus mengumpulkan uang dengan bekerja selama perjalanan untuk dapat terus melanjutkan perjalanannya ke barat (Eropa) membuat saya sungguh terkagum. Dibutuhkan keberanian dan keteguhan hati yang luar biasa untuk bisa melakukan hal seperti yang telah ia lakukan dalam 3 tahun terakhir, dan guess what, Agus hanyalah seorang pemuda usia 25 tahun saat ini!

Tanpa perlu diragukan, Agus adalah petualang terbesar asal Indonesia saat ini, dan mungkin juga sekaligus merupakan backpacker terhebat.

He will surely be one of the greatest Indonesian adventure legends.

Bravo Agus! I am proud to always be your proud fan!

(zenu, 19 Januari 2009)

Read Full Post »

Kompas.com | Sabtu, 13 Desember 2008 | 15:17 WIB

Kesalahan saat melakukan perjalanan dapat terjadi pada siapa saja, bahkan pada pengelana yang paling berpengalaman sekalipun. Peserta forum diskusi Fodors.com membagi pengalaman mereka tentang apa yang harus dan jangan dilakukan ketika dalam perjalanan.

01. Teliti baca waktu dan tanggal penerbangan sebelum melakukan pemesanan.

“Saya pernah memesan tiket penerbangan ke Peru, sebuah perjalanan yang saya impikan dalam hidup. Saya dapat harga yang baik dari Delta, 808 dollar AS per orang pergi pulang dari Washington. Tiga hari setelah bayar, baru saya sadar bahwa saya telah memesan tiket pulang pada Minggu tengah malam dan bukannya Sabtu tengah malam. Waktu tengah malam itu yang membuat saya bingung. Saya hubungi Delta, dan memohon dengan sangat agar waktu untuk tiket pulang bisa diubah. Mereka menginformasikan, perubahan waktu itu akan membuat kami harus membayar 500 dollar per orang.” – emd

Tip: Kadang-kadang, walau Anda sudah memeriksa hingga dua sampai tiga kali, Anda masih bisa salah. Setialah pada maskapai penerbangan yang memiliki kebijakan perubahan waktu penerbangan yang murah dan selalu bersikap responsif untuk menanggapi perubahan penerbangan Anda.

02. Jangan marah-marah dan cek tempat duduk Anda dalam penerbangan.

“Saya telah meminta tempat duduk di samping jendela pada penerbangan dari Saigon ke Paris, dan tiket saya di-issued dengan nomor boarding pass 9C. Menyadari “C” tidak mungkin nomor di samping jendela, saya kembali lagi dan meminta agar nomor diubah. Terlambat! Saya menyadari sebelumnya saya telah di-upgrade ke kelas bisnis untuk penerbangan yang amat panjang, dan sekarang dengan sukses telah menurunkannya kembali. Perempuan di tempat cek in tidak mengatakan sepatah kata pun, namun salah saya tidak menyadarinya dari awal”. – Carrabella

03. Jangan pernah menunda perjalanan ke sebuah tempat yang nilai kursnya sedang turun.

“Menurut saya, kesalahan terbesar adalah…tidak mengunjungi Eropa lebih sering ketika nilai tukar kursnya sedang baik!” – dukey

04. Jangan batalkan kartu kredit Anda yang terkait dengan pemesanan tiket.

“Saya membatalkan kartu kredit saya karena kesal dengan kenaikan rate-nya. Kemudian baru saya rasakan akibatnya. Hotel di Paris di mana kami seharusnya tinggal, membatalkan reservasi kami.” – TravelNut

Tip: Buatlah semua pemesanan untuk penerbangan, hotel, dan mobil hanya dengan satu kartu saja untuk mengurangi jumlah kartu yang terpakai dalam rencana perjalanan Anda nantinya. Cetak semua pemesanan diawal dan buat catatan kartu yang Anda gunakan untuk memesan.

05. Pertimbangkan cuaca/musim saat Anda mengunjungi suatu tempat.

“Saya melakukan perjalanan keliling dunia setelah menyelesaikan studi saya. Sebelumnya saya amat sibuk dan tidak sempat melakukan riset menyeluruh tentang tempat tujuan saya. Kejutan terbesar saya temui ketika saya mengunjungi Sidney, Australia, di bulan Agustus dan menyadari itu adalah musim dingin mereka. Saya tidak membawa banyak barang, hanya pakaian yang muat di sebuah tas olahraga. saya terpaksa

menggunakan semua pakaian saya supaya tetap hangat. Saya terlihat seperti toko berjalan ketika menonton Evita disalah satu teater indah mereka yang bergaya Broadway.” – ncounty

07. Jangan berpikir sembarang hotel di pantai pasti ok.

“Berapa tahun lalu saya merencanakan liburan ke pantai bagi pacar saya dan saya, dan memesan hotel di pusat kota di Santo Domingo, Republik Dominika (tanpa melakukan pengecekan sebelumnya). Ya ampun, saya berbaring ditempat tidur dan menangis. Untung, seorang pembantu yang baik di tempat itu menyarankan agar kami pindah saja ke Puerto Plata. Ia juga menolong

kami memilih bis yang tepat dan sampai ke sisi lain pulau tersebut.” – suze

Tip: Ketik alamat hotel Anda di peta Google untuk pengecekan cepat dan melihat hubungannya dengan tujuan Anda.

08. Selalu pesan kamar untuk setiap malam sepanjang perjalanan Anda.

“Saya harus amat berhati-hati ketika memesan hotel. Lebih dari sekali kami tidak punya tempat menginap karena saya pikir, “Ok, kami akan check out dari hotel ini pada tanggal x dan check in ke hotel itu pada tanggal y” tanpa menyadari bahwa itu membuat kami tidak punya tempat menginap pada malam hari tanggal x.” – goddesstogo

09. Jangan pernah berpikir harga kamar hotel Anda tidak akan berubah.

“Tahun lalu, dalam perjalanan ke Bangalore, India, saya berhenti di Paris dan tinggal di kamar yang nyaman di Hotel Tim Hotel di Montparnasse. Saya telah memesan kamar di hotel lain untuk kepulangan saya tetapi lokasi hotel Tim amat dekat ke Bandara, lagipula, mereka setuju untuk menyimpan tas ekstra yang tidak saya butuhkan di India sehingga saya memutuskan untuk membatalkan reservasi saya di hotel lain. Kesalahan besar! Saya kira mereka akan mengenakan harga yang sama kepada saya (harga di internet), dan tidak mengecek lagi. Di samping mendapatkan kamar yang buruk, mereka membebani saya hampir 100 euro karena ada kompetisi olahraga besar di Paris malam itu (saya tidak ingat event-nya).” – Brazilnut

10. Selalu perbaharui SIM Anda.

“Saya tidak memperbaharui SIM saya pada waktunya -dan tampaknya tempat penyewaan mobil hanya mau menyewakan mobil mereka pada para pengemudi yang memiliki ijin! Saya baru melahirkan 4 minggu lalu… dan detail yang kecil semacam itu adalah hal terakhir yang saya pikirkan…sampai saya ditolak!” – miller20621

11. Selalu bawa peta yang baik bersama Anda.

“Saya begitu yakin ke mana saya tuju ketika naik bis di Honolulu. Saya berakhir di suatu wilayah bisnis yang sempit di sisi lain pulau di malam gelap. Si sopir mengatakan inilah tujuan akhir dan tertawa geli ketika saya menyampaikan padanya ke mana sesungguhnya saya menuju.” – Melnq8

Read Full Post »

Older Posts »